Kata
pengantar
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat
Alloh yang maha esa yang telah memberikan rahmat dan karunianya sehinga saya
dapat menyelesaikan Makalah ini.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi
salahsatu tugas dari guru mata pelajaran B.Indonesia.
Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak
Drs.yulhayari dan guru PPL Bapak Abdul Rahman,yang telah memberikan tugas ini
semoga dapat bermanfaat.Dan Saya ucapkan banyak terima kasih kepada pihak yang
sudah membantu.
Saya sadar bahwa makalah ini masih jauh
dari kesempurnaan.Oleh sebab itu,keritik dan saran yang sifatnya membangun saya
harapkan untuk bahan kesempurnaan.
Tasikmalaya, agustus,2009
Penyusun
DAPTAR
ISI
BAB I
PENDAHULUAN
a.Latar
belakang ................................................................................................ 1
b.Rumusan
masalah ............................................................................................... 1
BAB II
PEMBAHASAN
a.Landasanteoritis……………………………………………………………….....2
b.Pembahasanintrinsik…………………………………………………………......3
c.Ringkesan episode 16-30 …………………………………………………….….6
BAB III
PENUTUP
a.simpulan
……………………………………………………………………..….11
b.saran ...…………………………………………………………………………...11
BAB I
PENDAHULUAN
a.Latar belakang
Makalah ini dibuat untuk memenuhi
salahsatu tugas dari guru mata pelajaran B Indonesia.Bukan itu saja,saya ingin
lebih memahami makna Hadist-Hadist yang ada.Sehigga saya dapat mengetahui
baik,buruknya perbuatan yang saya lakukan dengan teman maupun keluarga.
b.Rumusan masalah
Apakah baim mengerti sifat orang
dewasa?
Kenapa baim salalu salah menapsirkan
Hadist-Hadist?
Mengapa baim selalu membuka kebohongan
orang tuanya?
Unsur intrinsik apa yang terkandung dalam
sinetron Baim Anak Sholeh ?
b.Pembahasan intrinsik
-Tema : Menurut Filem atau sinetron yang saya
analisis,sinetron ini mengajarkan lebih
memahami Hadist-Hadist.Khususnya dalam bidang keagamaan yaitu agama islam.
-Alur
: Menurut
Filem yang saya tonton,alur sinetron Ramadan ini maju.
Penokohan ;
- Ibrahim Alkatiri Sebagai Baim
- Raffi Ahmad Sebagai Om Raffi
- Dian Nitami Sebagai Ibu Baim
- Ramzi Sebagai Ayah Baim
- Qubil Sebagai Pak Ustad
- Nizam sebagai Nizam
- Ali Sebagai Ali
- Zayla Sebagai Zayla
- Nisrina Sebagai Nisrina
- Bili Kurniawan Sebagai Bili
- Suhel Sebagai Suhel
Watak\Karakter
- Baim Wataknya Pintar,Polos,Jujur,Lucu
- Om Raffi
Humoris
- Ibu Baim Pemarah,cerewet,dan penyayang
- Ayah Baim Baik,Penyayang,kekanak-kanakan
- Pak Ustad Berdakwah,guru ngaji
- Nizam Polos,Pembela
- Ali Polos
- Zayla Pendiam,polos
- Nisrina Polos,pintar
- Billy
Kurniawan Pintar,polos
- Suhel Pendiam
·
Sudut pandang : Menurut
Filem yang saya tonton,cara pandang pengarang sinetron ini menceritakan peranan
yang memerankan orang ke 2 dan orang ke 3 yaitu Baim dan orang lain.
·
Seting
·
Tempat
: Di rumah,mesjid,taman dan
lingkungan komplek
·
Waktu
: 04.30 WIB,07.00 WIB, 10.00
WIB,12.00 WIB,15.30
WIB,14.00 WIB,18.00
WIB,19.00 WIB.
·
Suasana
: Gembira,Sedih
·
Amanat
;
Menggambarkan dimana anak-anak di
ajarkan lebih memahami makna Hadist-Hadist yang ada,hingga seorang anak dapat
mengetahui baik,buruknnya perbuatan yang mereka lakukan sehari-hari dengan
teman maupun keluarga.
BAB
III
PENUTUP
a.Simpulan
Ibrahim (Ibrahim Al
Katiri), yang akrab dipanggil Baim adalah seorang anak yang lucu dan
pintar. Setiap apa yang dilakukannya dia selalu mengingat Hadist-Hadist yang
dibacanya. Ayah Baim (Ramzi), dan ibunya (Dian Nitami), tindakan atau perbuatan
sengaja maupun tidak sengaja kedua orang tuanya dan orang-orang disekelilingnya
memberikan pelajaran penting bagi Baim dalam memahami Hadist-Hadist yang
akhirnya diketahui maknanya. Baim dan kawan-kawannya terkadang mengartikan
Hadist-Hadist tersebut sesuai dengan pikiran mereka. Seperti Baim memandang
Surga ditelapak kaki ibu, Baim memandangnya bahwa sepatu, sandal yang digunakan
ibunya salah satunya ada Surga. Rafi (Raffi Achmad) dan Ustad membantu Baim
dalam menuntaskan pemahaman Baim serta teman-temannya untuk mengerti makna
Hadist-Hadist. Rafi dan orang tua Baim sebagai orang dewasa juga masih melakukan
kekhilafan atau kesalahan yang mereka baru sadari ketika Baim mengingatkan.
b.Saran
Alhamdulilah,makalah Bahasa Indonesia
yang judulnya Baim Anak Sholeh sudah selesai di kerjakan .Saya mengerjakan
Makalah ini melewati banyak sekali rintangan.Tapi rintangan ini alhamdulilah
bisa saya lewati sampai akhirnya menghasilkan makalah ini.
Saya sadar bahwa makalah ini masaih jauh
dari kesempurnaan.Oleh karena itu ,kritik dan saran yang sipatnya membangun
Saya harapkan untuk bahan kesempurnaan.Dan saya pun akan menerimanya dengan
senang hati.Mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
c. Ringkesan cerita episode 16 sampai 30
Pada saat itu baim dan tim grupnya lagi
mengikuti pertandingan sepak bola.Tapi di tengah permainan baim di curangi oleh
lawan grup lawannya.Bukan saja itu,ayah baim pun tidak luput di kerjain dengan
di perosotkan celana oleh mereka,padahal papah baim itu orang yang memimpin
pertandingan.karena jengkel oleh ulah mereka,papa,baim,dan teman-teman setuju
membatasi wilayah kompleknya,agar tidak di lewati komplek tetangga,persalisihan
pun terjadi antara tim kelompok baim sama tim komplek sebelah,mereka pun saling
mengerjain satu sama lain.Pada sore harinya papa berniat untuk mengerjain
komplek sabelah dengan cara memutuskan saluran airnya,hal hasil yang kena
ternyata komplek baim .Orang-orang pun protes kepada papa,mereka ingin di
perbaiki lagi saluran airnya.Terpaksa papa baim pun memperbaikinya,papa pun
berusaha keras menyambungkannya lagi, tapi tetap saja masih susah,meskipun
sudah di bantu baim dan teman-temannya.Setelah beberapa menit kemudian,baim
melihat orang-orang komplek sebelah.Baim pun meminta pertolongan kepada
mereka,dan mereka pun bersedia.Akhirnya saluran air nyapun tersambung lagi,pada
saat itulah baim,papateman-teman baim meminta maaf kepada mereka.Pada akhirnya
mereka sadar bahwa bermusuhan itu di larang oleh agama,karena pada suatu saat
kita pasti membutuhkan bantuan orang lain
Episode
17
Pada waktu itu sehabis solat berjamaah
,tepatnya solat asar .Pada saat mau pulang Ayah kehilangan sandalnya,pada waktu
bersamaan ada seorang pemulung lagi berada di depan mesjid.Ayah langsung
menegur si pemulung itu ,Baim dan Ayah langsung managkap pemulung itu,pada saat
pemulung itu tertangkap.Om Raffi langsung menuduh pemulungitulah
pencurinya.Tapi Nizam malah membela pemulung itu,saat mereka berdebat si
pemulung kabur .
Pada paginya Ayah dan
Baim melihat pemulung itu masuk ke mesjid.Mereka mengikutinya dari belakang,di
saat pemulung itu masuk dia melihat penjaga mesjid sedang mencuri uang kas
mesjid.Si Pemulung mencoba mencegahnya
perselisihan pun
terjadi ,sampai-sampai dilihat Ayah,yang malangnya kas itu
lagi ada dilengan
pemulung itu,otomatis Ayah langsung menegur pemulung itulah
pencurinya.Tapi baim
curiga kepada penjaga mesjid itu .Baim melihat uang yang keluar dari
pecinya,memang kecurigaan itu benar.Pada akhirnya Ayah dan baim tau siapa
pencurinya,pemcurinya iyalah panjaga mesjid
Episode 18
Pada waktu itu Ibu Baim lagi membersihkan
Guci kesayangannya.Tapi di luar rumah Ayah dan Baim lagi bermain sepak bola,Ayah
langsung menendang bola itu dengan keras,yang malangnya bola itu mengenai guci
,sampai pecah.Ibu yang lagi ada di depanya
marah-marah kepada Ayah.Tapi Ayah menenangkan Ibu dengan mengatakan
kalau marah itu tidak akan masuk surga
Pada sore harinya Baim bernain dengan
temanya ,hingga saat pulang badan Baim berlumuran lumpur.Ibu dan ayah marah
kepada Baim ,tapi Baim menenangkan Ibu danAyah dengan berkata kalau marah itu
tidak akan masuk surga.Pada malamnya Baim menghampiri meja makan,tapi di meja maka
tidak ada makanan satu pun .Baim marah kepada Ibu,tapi Ibu mengatakan kalau
marah itu tidak akan masuk surga.Hingga baim lengkel dengan ulah mereka,lambat
laun Baim sadar bahwa Baim tidak boleh marah danjangan bikin orang marah ke
oada kita.satelah sadar Baim meminta maaf kepada Om Rafi,Ayah,Ibu dan
teman-temanya,sapai mereka pun memaafkanya
Episode
19
Pada siang itu Baim dan Nizam berniat
untuk membuat bazaar barang bekas .Baim yang puny ade tersebut berniat untuk
melipat gandakan hasil barang yang sudah di jualnya .Hingga kegiatan yang di
lakukan Baim diketahui oleh orang tuanya.Ayah marah besar kepada Baim ,begitu
juga Ibu.Salahnya barang itu yang ada di rumah baim,contohnya Barang kesayangan
Ayah TV,Sepatu,dan jaket.Ibu juga jam tangannya,perhiasan,dan bajunya tidak
luput dari kenakalan Baim.Setelah tau kelakuan Baim pak Ustad langsung
memberikan ceramahnya.Hingga Baim menjadi mengerti .
Episode
20
Pada saat itu Baim,Ali,Nizam,Billy,dan
shuel, lagi di kejar tawon.Mereka pun berlari-lari agar tidak tersengat tawon
itu.setelah lari kejauhan,Baim dan kawannya istirahat dulu di dekat pohon
sambil berjaga jaga kalau nanti dating tawon.Karena sanking ketakutan Ali
mengompol di celana.Nizam mengetawakan Ali(sambil ngeledek),Baim mengatakan”ko udah
gede masih ngompol “
Pada
sorenya Baim dan kawanya mangaji di mesjid.Tapi mereka malah
bercanda,sampai-sampai pak Ustad marah kepada mereka,masalahnya Baim ngomong
yang tidak baik kepada Nizam.Pak Ustad memberikan Hadistnya”kalau kita tidak
bias ngomong baik lebih baik diam.Baim dan Nizam menjadi mengerti.Bahwa kita
tidak bisa ngomong baik lebih baik diam
Epsode
21
Pada siang itu .Baim dan teman-temanya
lagi nongkrong di pinggir jalan,sambil membicarakan berpuasa.setelah
berbincang-bincang ,mareka melihat orang tua yang duduk,iaiu si kakek tua itu
minum air .Baim dan teman-temannya pun menjadi keheranan,karena penasaran
mereka menghampiri kakek tua itum,lalu mereka bertanya “kakek tidak puasaya”Oh
kakek itu musapir jadi kakek tidak diwajibkan berpuasa.Hngga Nizam dan Baim
salah paham tentang musapir,menurut mereka kalau kita berjalan jauh kita bias
makan.Seperti yang dikatakan mereka sangaja berjalan jauh, saat mau makan pak
Ustad memergoki mereka,kata mereka kami musapir jada kita
tidak diwajibkan
berpuasa ,mereka jadi salah paham lagi tentang
musapir.Karena
kebodohan mereka,pak Ustad langsung memberikan ceramahnya,”jangan cari-cari
alasan untuk berbuka puasa,sampai mereka mengerti ,mereka harus sabar menunggu
berbuka puasa.
Episode
22
Pada pagi itu,ada sebuah keluarga yang
baru pindah dari luar kota
ke compile Baim,mereka suami istri ,karakter dan pisik mereka berbeda,si ibu
berbadan gendut dengan perwatakan pemarah dan cerewet dan keras
kepala.Sedangkan suaminya pendiam suka
mengalah sama istri dan selalu di bentak bentak oleh istrinya
Baim dan teman temanya mengintip di
pinggir tembok.Mereka mempunyai keinginan untuk memebantu karena kata mereka takenal maka tak
sayang.Sehingga mereka punya ide .Baim ingin memebuat kue untuk diberikan
kepada mereka.Tetepi pada saat mau diberikan
si ibu gendut itu malah marah-marah kepada Baim .Kebetulan rumah ibu itu lagi kotor ,tanpa diminta
bantuan Baim bersedia untuk membersihkannya.Pada akhirnya si ibu dan si bapa
menyadari bahwa mereka berniat membantu.
Episode
23
Pada siang itu Baim bertingkah aneh.Baim
sewaktu-waktu suka mendadak tidur,bukan itu saja sewaktu baim bermain
sepeda,Baim dengan sendirinya tidur, sampai-sampai Baim jatuh ke
aspal.Masalahnya Baim selalu kesiangan pada waktu saur,akibatnya di siang hari
Baim mendadak ngantuk berat.Pada malamnya Baim punya ide untuk membuat
peringatan saur.Tapi karena kepolosan Baim.Baim membangunkan orang-oang Pukul 01.00
WIB Pagi,hal hasil orang komplek protes kepada Baim.
Pada paginya Pak Ustad
berceramah ‘tentang saur’ “saurlah kamu karena di dalam saur itu ada
berkah” sampai sampai Baim dan
teman-temanya menjadi mengerti.
Episode
25
Disaat itu Bang Raffi lagi di rawat di
rumah sakit,soalnya waktu itu Bang Raffi lagi berlipah Rezeki bayak.Karena
kesombongannya itu ,akhirnya Bang Raffi jatuh sakit.Sampai-sampai Bang Raffi
tidak ada biyaya untuk membayar rumah sakit,uang Bang Raffi habis karena
berpoyapoya
Pada sorenya Baim dan
teman-temannyadan Pak Ustad datang menjenguk Bang Raffi.mereka bersedia
membayar addimistrasi Rumah sakit ,uang tersebut dari uang kas mesjid.Bang
Raffi bersyukur dan berterimakasih kepada Alloh.sampai-sampai Bang Raffi sadar
bahwa Kalau Bang Raffi punya Rezeki banyak jangan di hambur-hamburkan,sebaiknya
uang itu di tabung.
Episode 27
Di saat itu rumah Baim
lagi kosong.Ibu dan Ayah lagi pergi ke luar kota .Di rumah Cuma ada Baim dan
teman-temanya yang lagi di jaga oleh Bang Raffi.setelah tau rumah Baim kosong
.Pada malamnya Maling masuk ke rumah Baim .Si maling itu mencoba membawa TV
,hal hasil aktipitas maling itu di pergoki oleh Baim dan teman-teman.Pada saat
maling itu tertangkap si maling sadar bahwa maling barang itu tidak baik.Pada
akhirnya si maling kembali ke jalan yang benar.
Episode
28
Pada sing itu Baim tidak sengaja
menjatuhkan Handphon Ayah.Karena ada rasa bersalah Baim dan teman-temannya itu
mengumpulkan uang untuk mengganti HP Ayah .Mereka rela berkerja keras untuk
mengumpulkan uang ,setelah uang itu terkumpul,mereka pergi ke toko HP ,tetapi
uangnya tidak cukup untuk membeli HP yang mirip Ayah,dan karena ada tidak bisa
menjadi anak yang berbakti.Karena putus asa tidak bisa mengganti HP Ayah .Baim
nekat minggat rumah ,sampai-sampai di temukan di mesjid oleh pak Ustad .Si
Ustad menasehati Baim .Kalau Berbakti tidak mesti dengan uang ,tetapi cukup
dengan takwa dan taat kepada orang tua.Setelah di nasehati oleh pak Ustad Baim
menjadi sadar bahwa berbakti tidak mesti dengan uang tapi dengan takwa dan turut
atau taat kepada orang tua
Episode 30
Pada sore itu Baim dan Ayah lagi
menaiki kendaraan delman,di tengah perjalanaan si kusir menyambuki pantat
kuda,Baim yang ada ai belakang merasa kasihan terhadap kuda itu.setelah
sampainya di rumah Bam kepikiran terus sama kuda itu.Baim merasa kasihan kepada
kuda itu .Sampai akhirnya Baim ounya ide ,Baim ingin mencuri kuda iu
Pada malamnya Baim mengajak 6 temannya
untuk ikut serta dalam perencanaan Baim .Singkat cerita kuda berhasil dicuri
,dan kuda itu di sembunyikan di rumah Baim.Pada akhirnya Ibudan Ayah sampai
terkejut karena ada kuda di rumah.Baim pun menceritakan kelakuanya kaada Ayah
dan Ibu .
Pada keesokan harinya pak kusir dating ke rumah Baim ,tujuannya
untuk malamar pekerjaan ,si pak kusir ingin menjadi pembantu mereka.Ayah dan
Ibu mengetes pak kusir itu dengan pekerjaan
yang berat,pada saat Ayah meyuruh mengankat meja kusir jatuh ke lantai,sampai
kudanya melihatnya ,karena kasihan ,kuda itu menghampiri pak kusir .Dari
kejadian itulah pak kusir menjadi sadar.Bahwa kita jangan menyakiti
binatang,karena Binatang juga ciptaan Alloh,apalagi Binatang tersebut telah
membantu kita.
M
A K A L A H
BAHASA
INDONESIA
(
SINETRON BAIM ANAK SHOLEH )
Oleh :
ANO.KARNO
Kelas : XI-IPS 1
SMA
NEGRI 7 TASIKMALAYA
jln.Air
Tanjung No.25 Tlp.(0265)321564
KAWALU
TASIKMALAYA
BAB
II
PEMBAHASAN
a.
Landasan teoretis
inalingsaanalapihusri illaladinaamauuwamilussoolihaatiwatawasaubilhaqi
watawasaubilsobri
Artinya :
sesungguhnya
manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,kecuali orang-orang yang beriman dan
mengerjakan amal sholeh dan nasihat menasehati supaya menaati kebenaran dan
nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.